[ujaran.com] - Bicara pemimpin komunis, sepertinya tak sesederhana bicara dan gayanya. Semua adalah kebohongan untuk pencitraan.
Mari kita lihat Fidel Castro, tokoh komunis Kuba yang mendoktrin rakyatnya untuk hidup sederhana dan negara yang mengatur semuanya. Faktanya, Fidel Castro diketahui memiliki kekayaan melimpah, dan bergaya hidup mewah. Fidel Castro diketahui memiliki pulau pribadi bernama Cayo Piedra, dipulau tersebut Castro membangun istana pribadinya. Fidel Castro juga dketahui memiliki kekayaan mncapai US$ 900 juta versi majalah Forbes 2006 dan masuk dlm daftar diktator terkaya didunia
Tak berbeda dengan Castro, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un juga demikian . Memakai kedok 'hidup sederhana' bagi rakyatnya. Pemimpin Korea Utara adalah salah satu diktator yang diketahui memiliki kapal pesiar senilai US$7 Milyar dan juga pulau pribadi.Kim Jong Un juga penggemar merk terkenal seperti Louis Vuitton dan Christian Dior dan suka mghambur hamburan uang demi ambisi pribadinya.
Lalu bagaimana dengan para pemimpin komunis China?
Ternyata sama saja, menerapkan 'hidup sederhana' untuk rakyatnya tetapi Faktanya? Presiden Cina Xi Jingping sekaligus sekjen partai komunis China adalah seorang penguasa yang aslinya biasa hidup mewah. Biasa hidup mewah dan diketahui memiliki seorang istri yang berasal dari bintang pop China. Xi Jingping antitesa dari pemimpin komunis.
Mengapa sebagian besar pemimpin komunis membohongi rakyatnya dengan jualan 'hidup sederhana' ?
Satu catatan penting adalah... Doktrin alam bawah sadar manusia yang menilai pemimpin yang hidup sederhana adalah pemimpin yang baik. Pemimpin komunis pakai hal tersebut sebagai jargon hidup sederhana untuk melawan kemapanan (kapitalis), faktanya BOHONG semua
Pencitraan hidup sederhana dan dikaitkan dengan segala unsur kearifan lokal tak lebih adalah cara cara yang dilakukan oleh kaum komunis. Menjual sosok pemimpin yang hidup sederhana, namun ternyata aslinya berasal dari para bangsawan (pengusaha) adalah pencitraan komunis.
Kaum komunis biasa memainkan psikologis publik, menciptakan sosok pemimpin idola, tapi ternyata tak ubah layaknya boneka.
Yang utama adalah doktrin dan manifesto hidup komunis yang harus tercipta anti agama dan totalitarian. Jangan lupa yang mengakui bahwa China adalah bapak kandung adalah para taipan (pengusaha) yang menjunjung tinggi ideologi komunis china.
Jangan naif dan menilai pendukung komunis saat ini seperti era kaum marxis, sekarang beda, mereka kini biasa naik Mercedes-Benz. Apakah para taipan (pengusaha) itu biasa hidup sederhana? Komunis yang kini hidup individualis jauh dari pribumi. Sementara nasib pribumi?
Berkaca lah pada nasib rakyat Hongkong, yang sama-sama ras China tapi anti kepada china, mengapa?
Karena satu alasan utama...
Tidak mau dikendalikan oleh pemerintah KOMUNIS China. Hongkong kini tak lebih menjadi boneka yang diam-diam berubah dalam bayang-bayang kehidupan komunis.
Salah satu aktivis Anti China di Hongkong mengatakan, "Kami tidak akan mau menganggap pemimpin besar komunis China layaknya Tuhan. menjadikan pemimpin komunis layaknya Tuhan-Tuhan yang absolute yang tidak pernah salah dibela hingga harus disembah."
Betapa menjijikkannya rakyat China yang satu sisi menyembah-nyembah pemimpin komunis layaknya Tuhan yg tidak pernah salah. Tapi disisi lain, menginjak nasionalisme mereka ketika bermukim di luar negeri dan mengatakan komunis China mengekang kebebasan kami.
Dari Twit @ronin1948
Thanks for reading & sharing Ujaran



0 comments:
Post a Comment